BPOM MANOKWARI LAKUKAN KOMUNIKASI, INFORMASI, EDUKASI (KIE) TENTANG MEMILIH PANGAN AMAN DI SD INPRES 09 ANGGORI

15-02-2024 Manokwari Dilihat 163 kali

Manokwari (13/2/2024) – Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Balai POM di Manokwari melaksanakan KIE kepada guru dan siswa SD Inpres 09 Anggori Kabupaten Manokwari tentang Memilih Pangan Aman. Kegiatan KIE ini diikuti oleh perwakilan siswa kelas 1 sampai kelas 5 beserta guru.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah SD 09 Anggori, Flora Frederika Budhy, S.Pd. Dalam sambutannya, Flora Frederika menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada BPOM di Manokwari karena telah menyempatkan waktu untuk berkunjung dan mengedukasi siswa SD 09 Anggori terkait keamanan pangan.

Materi KIE disampaikan oleh Pengawas Farmasi dan Makanan, Hadira Yenni, S.Si., Apt terkait Pangan Aman antara lain Memilih Pangan Aman serta beberapa video edukasi tentang 5 Kunci Keamanan Pangan dan Cek KLIK (Kemasan, Label, Ijin edar dan Kadaluarsa). Siswa juga diedukasi terkait BPOM yang meliputi tugas dan fungsinya dalam pengawasan obat dan makanan.

Untuk menarik minat siswa, kegiatan KIE dilakukan dengan metode interaktif dengan memberikan gimmick berupa botol minum, gelas atau sendok garpu dalam kemasan kotak bertuliskan CEKKLIK kepada siswa yang aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan. Diakhir kegiatan seluruh peserta juga diberikan paket edukasi berupa stiker, pulpen, gelas, gantungan kunci atau kipas bertuliskan CEKKLIK serta KATA BPOM

Selain KIE tim infokom juga melakukan sampling terhadap makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah yang selanjutnya dilakukan pengujian cepat menggunakan test kit dengan 4 parameter uji yaitu Formalin, Borax, Metanil Yellow dan Rhodamin B serta diperoleh hasil negatif (memenuhi syarat) untuk semua sampel yang diuji.

Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini siswa dapat mengetahui cara memilih & mengkonsumsi pangan yang aman, bermutu, bergizi dan layak untuk dikonsumsi serta mampu melindungi diri dari mengkonsumsi makanan yang dapat berisiko buruk terhadap kesehatan.

Sarana