Tim Pengujian BPOM di Manokwari Laksanakan Sharing Knowledge Hasil Penelitian dengan Topik Pemanfaatan Limbah Buah Merah untuk Pembuatan Sosis sehingga menjadi Produk Pangan yang Memiliki Nilai Guna dan Ekonomis yang Tinggi

04-04-2024 Manokwari Dilihat 352 kali

Manokwari (02/04/2024) – Tim Pengujian kembali menyelenggarakan sharing knowledge yang mengangkat topik tentang keanekaragaman potensi sumber daya alam di Papua Barat di ruang staf Mikrobiologi Balai POM di Manokwari. Dalam paparan yang disampaikan Aan Sulistiawan, S. Farm., Apt., M.Sc., dari penelitian yang pernah dilakukannya saat menempuh pendidikan di jenjang S-2 nya di Universitas Gadjah Mada, dijelaskan bahwa Buah Merah merupakan tanaman endemik Papua yang tersebar hingga Papua Nugini ini kaya akan kandungan antioksidan alami seperti: α-tokoferol dan asam lemak tak jenuh serta golongan karotenoid sebagai pewarna alami, lemak, protein dan karbohidrat.

Buah merah ini dimanfaatkan dalam penelitian yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Buah Merah untuk Pembuatan Sosis sehingga menjadi Produk Pangan yang Memiliki Nilai Guna dan Ekonomis yang Tinggi”. Latar belakang dari penelitian ini merupakan keresahan dari penggunaan bahan kimia sintetis nitrit yang digunakan sebagai bahan tambahan pangan yang berfungsi sebagai pengawet dan pewarna dalam proses curing pada pembuatan sosis daging sapi. Penambahan nitrit ini dibatasi, karena pada konsentrasi tinggi dapat membahayakan kesehatan, sehingga dibutuhkan alternatif yang aman dan dapat diterima oleh konsumen serta memiliki sifat antioksidan. Oleh karena itu, pemanfaatan zat pewarna alami dari tumbuhan merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut dan buah merah dapat digunakan untuk pengganti bahan kimia karena memiliki sifat/kandungan yang dibutuhkan dalam pembuatan sosis. 

Umumnya masyarakat hanya memanfaatkan minyak buah merah untuk dikonsumsi sementara pastanya hanya digunakan sebagai pakan ternak. Penggunaan pasta buah merah sebagai pewarna alami merupakan salah satu pemanfatan limbah dari ekstraksi buah merah. Pasta buah merah yang dihasilkan masih mengandung minyak dan karoten serta tekstur yang halus sehingga berpotensi untuk diolah menjadi pewarna alami pada produk sosis. Dari produk sosis yang dihasilkan, dianalisis sifat fisika kimia (parameter warna, tekstur dan kandungan antioksidan) serta dilanjutkan dengan uji sensoris untuk mengetahui keberterimaan konsumen terhadap sosis yang diproduksi.

Dari hasil penelitian ini didapatkan penambahan pasta buah merah dalam sosis dapat meningkatkan kualitas warna, aktivitas antioksidan dan tekstur dari sosis daging sapi serta dapat disimpulkan dengan penambahan pasta buah merah sebesar 10% dari total komposisi dapat meningkatkan keberterimaan terhadap konsumen dari aspek rasa, warna, aroma dan tekstur dari produk tersebut, sehingga diharapkan dapat menjadi produk unggul yang memiliki nilai ekonomis dan berdaya saing di pasaran.

Dengan adanya sharing knowledge terkait pemanfaatan buah merah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi tim pengujian sebagai sarana dalam memperluas wawasan terkait ilmu dan teknologi terbarukan dan juga sebagai sumber informasi dan inovasi yang dapat disebarkan kepada masyarakat Papua sehingga tergerak untuk memanfaatkan buah merah dalam pengolahan menjadi produk yang memiliki nilai jual dan ekonomis yang tinggi.

Sarana