Balai POM Manokwari Gelar Bimtek PPABK di Pasar Raya Induk Wosi, Perkuat Peran Komunitas dalam Keamanan Pangan

22-05-2026 Umum Dilihat 98 kali

Manokwari — Balai Pengawas Obat dan Makanan di Manokwari menyelenggarakan Bimbingan Teknis Komunitas Pasar Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) di Kantor Pengelola Pasar Raya Induk Wosi pada Rabu (20/05/2026). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai POM di Manokwari, Agustince Werimon, dan diikuti sebanyak 22 peserta (16 laki-laki & 7 perempuan) yang mewakili dari pengelola pasar, asosiasi pedagang, perwakilan pedagang pasar, dan Dinas terkait yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam sambutan pembuka, Agustince menegaskan pentingnya peran komunitas pasar sebagai garda terdepan pengawasan pangan di lapangan. Ia menekankan kolaborasi lintas sektor, penerapan perilaku aman dalam penanganan pangan, serta pemanfaatan teknologi seperti BPOM Mobile untuk memudahkan verifikasi produk. “Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Melalui PPABK, kita ingin memastikan pasar menjadi ruang transaksi yang sehat, aman, dan berdaya, karena pangan adalah komoditas yang pasti dibutuhkan oleh semua kalangan,” ujarnya.

Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan resmi, dan pre-test untuk memetakan pemahaman awal, dilanjutkan sesi pemaparan materi oleh tiga narasumber, yaitu Budi Triyanto, Hadira Yenni, dan Destiani F. Ramadhani. Ketiganya membawakan materi yang dirancang aplikatif bagi komunitas pasar, meliputi Pengenalan Program PPABK; Pengenalan Nomor Izin Edar (NIE), Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa), dan aplikasi BPOM Mobile; Keamanan Pangan dan Ciri Pangan yang Mengandung Bahan Berbahaya; dan 5 Kunci Keamanan Pangan di Pasar dan Sarana Peredaran. 

Peserta juga melaksanakan pengecekan penandaan produk dan uji cepat terhadap berbagai macam sampel pangan yang dijual di Pasar Raya Induk Wosi sebagai praktik pengawasan produk pangan di lingkungan pasar. Kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Balai POM Manokwari menyatakan komitmen melanjutkan pendampingan, termasuk monitoring lapangan dan penguatan kapasitas fasilitator agar pengawasan keamanan pangan dapat dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan oleh komunitas pasar.

Sarana