Bekerja Sama dengan BGN, BPOM Manokwari menjadi Narasumber Pelatihan Petugas Penjamah Makanan SPPG

07-10-2025 Manokwari Dilihat 201 kali

Bekerja Sama dengan BGN, BPOM Manokwari menjadi Narasumber Pelatihan Petugas Penjamah Makanan SPPG
Manokwari – Balai POM di Manokwari hadir secara daring sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Petugas Penjamah Makanan pada Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) secara luring di Teluk Wondama pada Sabtu (27/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 87 peserta yang berasal dari 2 SPPG di Kabupaten Teluk Wondama.
Adapun materi edukasi terkait Keamanan Pangan untuk Pangan Olahan Siap Saji (POSS) disampaikan oleh Eni Maryatun selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Balai POM di Manokwari.
Sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, Balai POM di Manokwari juga menjelaskan aspek Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai pedoman untuk pengendalian titik kritis MBG dari hulu ke hilir, mulai dari penerimaan bahan baku pangan, penyimpanan, proses pengolahan, penyiapan, distribusi dan penyajian pangan.
HACCP sangat penting diterapkan dalam menjaga keamanan pangan, karena tiap jenis pangan memiliki titik kritis (critical point) yang berbeda. Setiap jenis pangan perlu ditempatkan pada suhu dan waktu yang sesuai, terutama untuk makanan yang mudah terkontaminasi bakteri.
Belakangan ini, penyebab utama keracunan pada MBG diakibatkan kontaminasi mikroba dari beberapa jenis bakteri seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella. Oleh karena itu, penting untuk SPPG menyiapkan sampel per tinggal untuk seluruh item POSS yang dikemas terpisah dan disimpan di freezer sebagai salah satu bentuk antisipasi risiko keracunan. Nantinya sampel tersebut dapat diuji jika dibutuhkan dalam proses investigasi.
Selain itu peserta juga diberikan pembelajaran untuk mencegah terjadinya KLB (Kejadian Luar Biasa) keracunan pangan serta bagaimana penanganan awal jika terjadi keracunan pangan. Kualitas MBG ditentukan oleh keamanan pangannya, oleh karena itu SPPG harus memastikan keamanan pangan dari setiap rantai proses pangan olahan siap saji yang dikelolanya
Pada kegiatan sosialisasi ini ditekankan akan pentingnya menerapkan keamanan pangan olahan siap saji di dapur SPPG sebagai upaya untuk mencegah terjadinya keracunan pangan. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh petugas penjamah makanan SPPG di Teluk Wondama dapat meningkat kesadaran dan pengetahuannya terkait keamanan pangan olahan siap saji.
Sarana