JAGA MUTU OBAT DAN MAKANAN, LABORATORIUM PENGUJIAN BALAI POM DI MANOKWARI RE-ASESMEN ISO/IEC 17025:2017

06-03-2026 Manokwari Dilihat 141 kali

Manokwari – Laboratorium Balai POM di Manokwari telah menjalani asesmen sistem manajemen mutu berdasarkan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 pada 12–13 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) secara luring dan daring. Asesmen secara luring dipimpin oleh Asesor Kepala, Prof. Rosmawaty Peranginangin, yang juga bertindak sebagai asesor aspek biologi dengan ruang lingkup audit pada laboratorium mikrobiologi. Turut hadir dua asesor aspek kimia, yaitu Artati Hapsari yang mengaudit laboratorium Obat dan NAPZA, Obat Tradisional, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan (OBAOKSK), dan Kosmetik, serta Ani Suwitaningsih yang mengaudit laboratorium Pangan Olahan dan Air. Sementara itu, asesmen secara daring dilakukan oleh Yeyen Febriyanti sebagai asesor aspek manajemen/QMS dan Arfyanti Fajrin sebagai observer.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh Plh. Kepala Balai POM di Manokwari, Mahendra Ayu Wardhani selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha, dan dihadiri oleh seluruh staf pengujian. Dalam sambutannya, Mahendra menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan sistem manajemen mutu guna menjamin keabsahan dan keakuratan hasil pengujian. Hal tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat serta para pemangku kepentingan terhadap kinerja laboratorium BPOM Manokwari.

Asesmen ini bertujuan untuk memantau dan memastikan bahwa Laboratorium Balai POM di Manokwari tetap konsisten dalam menerapkan sistem manajemen mutu serta mempertahankan status akreditasi ISO/IEC 17025:2017.

Pada sesi penutupan, tim asesor menyampaikan bahwa secara umum Laboratorium Balai POM di Manokwari telah menerapkan sistem manajemen mutu sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017 dengan baik. Namun demikian, terdapat 25 temuan ketidaksesuaian yang perlu ditindaklanjuti, dengan rincian tidak terdapat ketidaksesuaian kategori 1, 21 ketidaksesuaian kategori 2, dan 4 observasi. Menanggapi hasil tersebut, Mahendra menyampaikan bahwa seluruh temuan hendaknya dipandang sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan. “Temuan ini bukan untuk menjadi demotivasi, melainkan sebagai pemacu semangat untuk terus melakukan perbaikan agar kinerja laboratorium semakin optimal dan hasil pengujian yang dihasilkan tetap valid serta bermutu,” ujarnya. 

Dengan komitmen terhadap peningkatan mutu secara berkelanjutan, Laboratorium Balai POM di Manokwari diharapkan terus mampu mempertahankan akreditasi serta memberikan layanan pengujian yang andal dan terpercaya bagi masyarakat.

Sarana