Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau biasa akrab dipanggil Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat pada tanggal 31 Desember 2015 sampai 01 Januari 2016. Dalam rangkaian kunjungan presiden kali ini didampingi oleh Menteri Pariwisata Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc, menggunakan pesawat miliki TNI AU Jokowi tiba Pukul 14.30 WIT di Kota Sorong kemudian langsung meninjau perluasan Bandara Dominique Eduard Osok (DEO) di Kota Sorong setelah itu dilanjutkan terbang ke Kabupaten Raja Ampat, yaitu Pulau Waisai, tiba di Bandara Marinda Pukul 15.30 WIT dan langsung disambut oleh Abraham O Atururi, Gubernur Papua Barat beserta jajarannya dilanjutkan dengan peninjauan Pembibitan Ikan Kerapu yang memiliki pangsa pasar ekspor ke negara Asia seperti Hongkong, China, Thailand dan lain-lain, setelah itu Jokowi beristirahat di Waiwo Resort untuk persiapan malam menyambut acara tahun baru yang akan diadakan di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC). Pada perayaan Malam Tahun Baru 2016 Jokowi menyempatkan berfoto bersama dengan masyarakat yang saling berebut untuk dapat berfoto sebelum kembali beristirahat. Pada awal pagi tahun 2016 Jokowi berkunjung ke Pulau Piaynemo dimana destinasi ini menjadi salah satu icon wisata Raja Ampat yang terdiri dari gugusan tebing-tebing, setelah itu Jokowi melakukan shalat Jumat di Mesjid Akbar Raja Ampat dan Makan Siang di salah satu warung sebelum kembali ke Sorong untuk bertolak ke Jakarta.
Balai POM Manokwari sebagai Unit Pelaksana Teknis di Provinsi Papua Barat kembali dipercaya untuk melakukan pengawasan dan pengujian Makanan yang akan disajikan untuk Presiden. Paspampres yang mendampingi Balai POM sekaligus Koordinator pengawasan makanan memberikan arahan untuk titik-titik yang harus diawasi dan dilakukan pengujian oleh Balai POM. Petugas Balai POM terdiri dari 5 (lima) orang yaitu Nur Dani Widyo Utomo, Bintang Sulastri, Adi Rahmadi, Aan Sulistiawan, dan Ni Made Ayu S dibagi menjadi 2 (dua) tim dimana Tim Sorong dan Tim Raja Ampat. Tim Sorong melakukan pengawasan di Kota sorong dimana terdiri dari Balai POM, Korem, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Sementara itu Tim Raja Ampat dibagi menjadi 2 (dua) tim lagi yaitu Tim 1 dan Tim 2 dimana masing-masing tim didampingi oleh personil TNI, Tim 1 terdiri dari Balai POM, KKP, dan Personil TNI, sedangkan Tim 2 terdiri dari Balai POM dan Personil TNI. Hasil pengujian makanan beberapa makanan diperoleh hasil positif nitrat yaitu pada sayuran k
ubis, sawi, kacang panjang, dan juga positif Arsen pada petai, selain itu ada makanan yang dilarang untuk disajikan seperti tempe goreng dimana bahan bakunya dinilai tidak layak lagi. Koordinator Food Security dari Paspampres Dr. Rendy mengucapkan terima kasih kepada tim atas kerjasama yang baik dan sukses dalam pengawalan makanan.
Inovasi Badan POM Melayani Anda
Balai POM di Manokwari