Pastikan Komitmen Kader, BPOM Manokwari Kawal Keberlanjutan Keamanan Pangan di Distrik Ransiki

31-07-2026 Umum Dilihat 137 kali

Ransiki - Balai Pengawas Obat dan Makanan di Manokwari terus mendorong keberlanjutan program keamanan pangan di tingkat desa dan sekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengawalan Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA SEKOLAH) dan Desa Pangan Aman (Desa PAMAN) yang dilaksanakan di Hotel Srikandi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan diikuti oleh 32 peserta yang terdiri atas Kepala Distrik Ransiki, Kepala Kampung Abreso beserta Tim Kader Keamanan Pangan, Tim Kader Keamanan Pangan Kampung Ransiki, serta perwakilan kepala sekolah dan Tim Keamanan Pangan SMP Negeri Momiwaren dan SMA Negeri Momiwaren.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Distrik Ransiki, Wedi P. Roreng. Dalam sambutannya, Wedi menyampaikan harapan agar semangat dan komitmen komunitas desa dan sekolah dalam menerapkan keamanan pangan dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Komitmen tersebut diharapkan mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang aman bagi murid serta desa dengan pangan yang aman bagi masyarakat di Distrik Ransiki.

Pengawalan dilakukan melalui pemaparan rencana aksi keamanan pangan yang telah disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing kader sekolah dan desa. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan pelaksanaan rencana aksi sekaligus memastikan desa dan sekolah yang telah mendapatkan intervensi tetap berkomitmen menjalankan program keamanan pangan secara konsisten dan berkelanjutan.

Tidak hanya pemaparan rencana aksi, peserta juga mendapatkan pengetahuan melalui beberapa materi yang disampaikan oleh Pengawas Farmasi dan Makanan, Hadira Yenni dan Destiani Fajarindah. Materi yang diberikan meliputi edukasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), sosialisasi bahaya kosmetik yang mengandung bahan dilarang, serta edukasi mengenai isu kesehatan masyarakat, termasuk stunting dan resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR).

Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kapasitas para kader dalam mengenali serta menyikapi berbagai permasalahan terkait obat dan makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Kader juga diharapkan mampu menjadi penggerak keamanan pangan di lingkungan masing-masing serta meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat.

Melalui kegiatan pengawalan ini, BPOM di Manokwari berharap komitmen yang telah dibangun oleh desa dan sekolah dapat terus dipertahankan, sehingga pelaksanaan program tidak berhenti setelah intervensi, tetapi tumbuh menjadi gerakan yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.

Sinergi antara BPOM, pemerintah distrik, pemerintah kampung, sekolah, kader keamanan pangan, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem keamanan pangan. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, diharapkan masyarakat Distrik Ransiki semakin terlindungi dan mampu mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan sehat, baik di lingkungan desa maupun sekolah.

Sarana