Peredaran Obat Tradisional di wilayah Papua Barat

08-09-2016 Manokwari Dilihat 2897 kali

Balai POM di Manokwari kembali menyapa masyarakat khususnya wilayah Papua Barat, dalam dialog penyebaran Informasi dan edukasi  yang berlangsung pada hari Selasa, 06 September 2016 pukul 10.00 WIT mengambil tema “Peredaran Obat Tradisional di wilayah Papua Barat”.  Balai POM di Manokwari diwakili oleh dua orang narasumber yakni Budi Triyanto, S.Farm., Apt dan  Nurul Octavia Ariany, S.Farm., Apt. selaku  staf  Pengujian Obat Tradisional Laboratorium Teranokoko.

Dialog ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional, bentuk sediaan dan jenis obat tradisional yang beredar di masyarakat, serta bahaya obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Kepercayaan masyarakat pada khasiat obat tradisional bisa dibilang cukup tinggi, namun di pasaran, kepercayaan ini disalahgunakan oleh oknum  produsen yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan yang besar dengan mencampurkan obat tradisional dengan Bahan Kimia Obat (BKO). Dari hasil pemeriksaan dan investigasi dilapangan yang diperkuat dengan hasil analisis laboratorium Obat Tradisional Balai POM di Manokwari, ditemukan beberapa produk obat tradisonal yang mengandung BKO, tentunya hal ini sangat membahayakan bagi kesehatan masyrakat khususnya di Papua Barat.

Dari dialog interaktif ini diketahui bahwa masyarakat belum mengetahui obat tradisional berbahaya yang beredar di wilayah Papua Barat. Hal ini menunjukkan bahwa Balai POM perlu untuk meningkatkan frekuensi penyebaran informasi tentang obat tradisional berbahaya kepada masyarakat. Balai POM di Manokwari menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebaran produk-produk obat tradisional yang mengandung BKO dan melaporkan obat tradisional yang dicurigai mengandung BKO kepada Balai POM untuk segera ditindaklanjuti.

 

Inovasi Badan POM untuk melayani Anda

Balai POM di Manokwari

Sarana