Program Pasar Aman Bebas dari Bahan Berbahaya : Pasar Waisai Kabupaten Raja Ampat AMAN dari Bahan Berbaya yang sering disalahgunakan dalam pangan.

01-12-2018 Manokwari Dilihat 2860 kali

Dalam rangka menjamin keamanan pangan bagi masyarakat Indonesia, Badan POM RI menyelenggarakan Program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya, dengan strategi program yaitu pelatihan, pengawasan, advokasi, monitoring dan evaluasi, serta replikasi pasar.  Dengan jumlah pasar tradisional seluruh Indonesia tidak kurang dari 9.950 (data APPTI dan Asparindo), maka pasar tradisional merupakan tempat strategis untuk berbagai tujuan. Termasuk penyebaran pangan yang mengandung bahan berbahaya dapat ditekan, jika pasar diintervensi menjadi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya (PABB).

Pengendalian penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan seharusnya dilakukan di seluruh pasar tradisional yang ada. Namun demikian, perlu ada skala prioritas agar pengendalian bisa dilakukan secara bertahap, dimulai dari pasar percontohan yang diintervensi Badan POM untuk kemudian dapat direplikasi oleh pemerintah daerah maupun swasta.

Pasar waisai adalah adalah pasar tradisional yang berlokasi di ibu kota kabupaten Raja Ampat (baca waisai), pasar ini memang bukan merupakan pasar dengan bangunan permanen. Ada satu komplek yang kemudian dibagi menjadi kios – kios penjual ikan dan sayur, kelontong dan pusat kuliner. Selain menjadi daerah tujuan wisata, kabupaten raja ampat juga terkenal akan hasil perikanan laut yang segar dan melimpah. Meskipun seringkali disebut sebagai pasar darurat, pasar yang berlokasi di Jalan A Arfan Waisai ini menjadi satu-satunya pasar yang mendistribusikan kebutuhan pokok masyarakat kabupaten raja ampat dan pulau – pulai disekitarnya.

Badan POM telah bekerja sama dengan pemerintah kabupaten raja ampat dalam upaya peningkatan efektifitas pengawasan obat dan makanan dalam naskah perjanjian kerjasama pada Tahun 2017 yang didalamnya disebutkan juga adanya sinergitas  pengendalian peredaran bahan berbahaya dan pengawasan bersama oleh Balai POM di Manokwari dan Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat. Dalam Tahun 2018 telah dilakukan Pelatihan petugas pasar mandiri, pengawasan terpadu bersama instansi terkait, advokasi lintas sektor, monitoring dan evaluasi dengan melakukan sampling dan uji laboratorium menggunakan Rapid Test Kit sebanyak 200 sampel makanan dan minuman diantaranya adalah kualitas mikrobiologi makanan atau minuman dengan penambahan es batu. Hasil pengawasan sampai dengan monitoring dan evaluasi menunjukan bahwa Pasar Waisai Aman dari Bahan Berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan, harapan dari program pasar aman ini adalah adanya replikasi pasar percontohan Pasar Aman dari BB menjadi bagian pemberdayaan terpadu di pasar dan Pemda mampu melanjutkan Pasar Aman dari BB secara mandiri.

Sarana