Program PJAS di portal Rumah Belajar

24-07-2014 Manokwari Dilihat 2623 kali

Bimtek keamanan PJAS berupa edukasi keamanan pangan berbasis web e-learning “5 kunci keamanan pangan untuk anak sekolah” melalui situs klubpompi.pom.go.id pada portal Rumah Belajar (belajar untuk semua) yang dilakukan untuk guru guru SMP dan SMA Manokwari Papua Barat. Salah satu upaya Pemberdayaan masyarakat melalui tenaga pendidik untuk peduli keamanan pangan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkembangkan kesadaran komunitas sekolah, masyarakat dan pelaku usaha tentang keamanan dan mutu makanan. Pengembangan panduan pengawalan program intervensi AN-PJAS yang dapat digunakan oleh fasilitator keamanan pangan untuk melakukan pendampingan dan pemantauan komunitas SD/MI yang dikembangkan dalam komunitas SMP dan SMA dalam pelaksanaan kegiatan keamanan pangan mandiri di sekolah.

 

Penyampaian Informasi ataupun susunan acara yang dilakukan dalam kegiatan tersebut adalah

  1. Kebijakan pemberdayaan komunitas sekolah dalam gerakan menuju Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) yang aman, bermutu, dan bergizi.
  2. Pengenalan Website Pompi pada portal Rumah Belajar (Belajar Untuk Semua) pada website belajar.kemdikbud.go.id terkait klub pompi pada pojok kanan bawah (display website belajar.kemdikbud.go.id).
  3. Diskusi

          Kegiatan ini merupakan salah satu integrasi AN PJAS dengan kegiatan di Instansi lain yaitu pada Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada portal Rumah Belajar (Belajar Untuk Semua) pada situs belajar.kemdikbud.go.id terkait klub pompi, serta Kementrian Komunikasi dan Informatika turut mendukung penyebaran informasi tentang keamanan pangan melalui kegiatan publikasi di ruang publik. Pengembangan layanan internet kecamatan (PLIK) memungkinkan materi keamanan pangan dapat diunduh dari website Badan POM dan subsite klubpompi.pom.go.id oleh masyarakat sampai tingkat kecamatan

 

Pada acara tersebut dihadiri oleh 25 guru SMP dan SMA, tenaga Teknologi Informasi dan Komunikasi  (3 orang) dari pustekom pusat, serta tenaga daerah 2 orang. Pada penyampaian informasi tersebut walaupun hanya disampaikan selama ± 2 jam tetapi audience merasa mendapatkan informasi yang selama ini tidak mereka sadari ada disekitar mereka terkait pangan. Audience merupakan guru SMP dan SMA terkait dengan kebijakan AN-PJAS berhubungan dengan sekolah SMP dan SMA di Kabupaten Manokwari belum semunya memiliki kantin sekolah sehingga masih banyak siswa-siswi SMP dan SMA mengkonsumsi atau membeli jajanan sekolah dari pedagang keliling (PKL). Sehubungan dengan hal tersebut dari pihak guru SMP dan SMA meminta pendampingan dari BPOM terkait PJAS di sarana sekolah. Sehubungan dengan permasalahan yang lain seperti obat dan kosmetik juga menginginkan penyampaian informasi sampai ke pihak sekolah-sekolah. Walaupun menurut data AN-Nasional Angka Keracunan pada siswa SMP dan SMA cenderung lebih sedikit dibanding Siswa SD karena di manokwari masih banyak penjajah pangan dilingkungan sekolah karena tidak danya fasilitas kantin sekolah sehingga diharapkan turut serta peran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk merencanakan dan merealisasikan kantin-kantin ditiap-tiap sekolah.

 

Terkait dengan portal pengenalan pompi peserta menanggapi positif dan antusias karena dapat mengakses informasi-infromasi terkait keamanan pangan, obat dan kosmetik sehingga portal tersebut sangat bermanfaat baik buat anak-anak sekolah maupun ibu rumah tangga serta masyarakat yang menginginkan informasi. Dengan adanya portal tersebut dapat membantu anak-anak untuk dapat menyalurkan, memperoleh informasi serta mendapatkan akses pertemanan (sosial media) untuk mendapatkan informasi tentang keamanan pangan, hal-hal yang ada disekitar mereka yang terkait pangan, obat dan kosmetik.

 

Pada kesempatan tersebut acara juga digunakan  untuk memperkenalkan ULPK pada BPOM Manokwari serta menyebarkan sarana promosi poster, leaflet, dan Stiker terkait Keamanan Pangan

 

 

 

Balai POM di Manokwari

 


Sarana