Revolusi Mental merupakan salah satu agenda penting dalam pemerintahan Jokowi–JK yang harus dilakukan terutama oleh para birokrat Republik Indonesia dalam melayani masyarakat, terang Kepala Balai POM Drs. Bosar M. Pardede, Apt., M.Si dalam sosialisasinya pada hari Jumat 10 Juli 2015 di Aula Balai POM. Oleh karena tujuan dari revolusi mental antara lain menuju kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya bangsa Indonesia.
Dalam sosialisasinya Kepala Balai menerangkan bahwa reformasi yang dilaksanakan paska orde baru hanya sebatas perombakan yang bersifat institusional, belum menyentuh paradigma, mindset, atau budaya politik dalam rangka pembangunan bangsa (Nation Building) untuk hasil yang maksimal untuk itu perlu dilakukan revolusi mental secara berkesinambungan dan mental birokrasi sebagai motor penggeraknya.
Birokrasi merupakan ujung tombak pelaksana pemerintahan dan kunci keberhasilan dalam pembangunan, karena birokrasi secara langsung berhadapan dengan masyarakat, serta merupakan perwujudan dan perpanjangan tangan pemerintah, birokrasi mempunyai peran besar dalam urusan publik.
Sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh pegawai Balai POM dan juga para struktural dan diakhir sosialisasi Kepala Balai berpesan bahwa Ramadhan sebagai momentum yang baik untuk revolusi mental secara paripurna dan revolusi mental harus menjadi komitmen setiap warga BPOM karena kinerja yang mumpuni akan menghasilkan outcome yang baik untuk BPOM khususnya masyarakat pada umumnya.
Inovasi Badan POM Melayani Anda
Balai POM di Manokwari