Tingkatkan Daya Saing, BPOM Manokwari Dampingi UMKM Pabrik Sagu Tradisional di Wasior Untuk Mendapatkan Izin Edar

09-03-2026 Manokwari Dilihat 125 kali

Wasior – Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan di Manokwari bersama perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Teluk Wondama melakukan peninjauan ke 2 UMKM yaitu UMKM Jaiweri yang memproduksi pangan olahan berbahan dasar sagu yaitu tepung sagu dan kerupuk sagu ikan teri serta UMKM Empat Putri yang juga memproduksi tepung sagu di Kampung Wondiboy, Wasior, Kabupaten Teluk Wondama pada Rabu dan Kamis (4-5/2/2026).

Proses produksi tepung sagu dan kerupuk sagu yang dilakukan oleh kedua UMKM tersebut masih sederhana dan tradisional, oleh karena itu pendampingan pelaku usaha sebagai bentuk komitmen BPOM di Manokwari untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan daya saing produk khususnya pangan olahan yang berbahan dasar pangan lokal spesifik seperti sagu ini penting untuk dilakukan.

Dalam kunjungan tersebut Agustince menyampaikan bahwa kerupuk sagu ikan teri ini masih jarang ada dan memiliki peluang besar untuk dipasarkan tidak hanya di Wasior tapi bisa ke seluruh wilayah Indonesia. Namun UMKM Jaiweri dan UMKM Empat Putri sebagai salah satu industri pengolahan sagu di Teluk Wondama ini butuh support dari pemerintah daerah khususnya terkait pembangun rumah produksi yang layak agar dapat memenuhi dan menerapkan standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan izin edar, karena beberapa peralatan produksi yang telah diberikan sebagai bantuan dari pemerintah belum dapat digunakan karena rumah produksi yang belum memadai.

Agustince menambahkan bahwa sebelum rumah produksi dibangun, BPOM Manokwari siap mengawal khususnya terkait penyusunan layout/denah alur proses produksi agar sesuai yang dipersyaratkan dan siap berkolaborasi dengan Disperindag sebagai salah satu instansi yang membina UMKM di Kabupaten Teluk Wondama.

Kegiatan ini merupakan salah satu program pendampingan UMKM yang dilaksanakan oleh Balai POM di Manokwari dalam mendukung UMKM agar dapat naik kelas, menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan tidak beresiko terhadap kesehatan.

Sarana