Manokwari – Balai POM di Manokwari menyelenggarakan Pelatihan Kader Keamanan Pangan Kelurahan pada Selasa (26/05/2026) dan Bimbingan Teknis Komunitas Kelurahan pada Kamis (04/06/2026) di Aula Balai POM Manokwari. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Desa Pangan Aman yang difokuskan di Kelurahan Manokwari Barat dan Padarni sebagai wilayah intervensi keamanan pangan Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari.
Kegiatan diikuti oleh 49 orang peserta (8 orang laki-laki dan 41 orang perempuan) yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Tim Keamanan Pangan, Kader Keamanan Pangan, serta berbagai komunitas masyarakat Kelurahan Manokwari Barat dan Padarni. Komunitas tersebut melibatkan ibu rumah tangga, remaja, sekolah, pelaku usaha ritel, pelaku usaha pangan siap saji, dan pelaku usaha pangan olahan.
Agustince Werimon, Kepala Balai POM di Manokwari, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan bahwa keberhasilan mewujudkan kelurahan pangan aman membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat. Melalui pelatihan ini, kader keamanan pangan diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan pendampingan, edukasi, dan pengawasan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Materi yang disampaikan kepada peserta antara lain pencegahan stunting yang disampaikan oleh A. Ester Wororomi, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari; pedoman pelaksanaan Desa Pangan Aman dan peran Tim Keamanan Pangan Kelurahan yang disampaikan oleh Budi Triyanto, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Balai POM di Manokwari; keamanan pangan dengan pengenalan Cek KLIK dan aplikasi keamanan pangan, serta 5 kunci keamanan pangan yang disampaikan oleh Hadira Yenni, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Balai POM di Manokwari.
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai risiko program Makan Bergizi Gratis serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan keracunan pangan yang disampaikan oleh Destiani Fajarindah Ramadhani, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama Balai POM di Manokwari. Penyampaian materi 5 kunci keamanan pangan bagi masing-masing kelompok komunitas disampaikan oleh perwakilan Kader Keamanan Pangan Kelurahan Manokwari Barat dan Padarni yang telah dilatih sebelumnya.
Tim Keamanan Pangan dan Kader Keamanan Pangan Kelurahan juga dibekali paket edukasi yang dapat digunakan untuk menunjang fasilitasi kepada komunitas. Masing-masing kelurahan memperoleh 1 paket edukasi yang terdiri dari celemek, topi, capitan, tempat sabun cuci piring, sarung tangan, masker, banner, dan poster pencegahan stunting melalui keamanan pangan. Melalui kader yang kompeten untuk meningkatkan kapasitas komunitas, Balai POM di Manokwari berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan praktik keamanan pangan yang baik sejak pemilihan bahan pangan, pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian pangan.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan BPOM dalam mendukung fasilitasi perizinan produk pangan serta pengawasan keamanan pangan di tingkat kelurahan. Dengan sinergi tersebut, Program Desa Pangan Aman diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya pangan yang aman, bermutu, dan bergizi, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting di Kabupaten Manokwari.