Workshop and Practical Training on Sampling Medicines from Public Sector Facilities in Sorong, West Papua

04-06-2015 Manokwari Dilihat 2223 kali

Peningkatan penguatan sistem pengawasan mutu obat yang beredar dan dalam rangka penjaminan mutu obat di fasilitas pemerintah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Badan POM bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan yakni Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan didukung oleh WHO dalam hal ini United State Pharmacopeial Promoting The Quality of Medicines (USP PQM) berkolaborasi melakukan sosialisasi pedoman sampling yang telah disepakati bersama, selain itu dilakukan juga pelatihan tentang penjaminan mutu obat dan tata cara sampling yang baik untuk obat program pemerintah terutama obat Antiretroviral, Tuberculosis dan Malaria (ATM)  dan Live simulasi sampling obat ATM – diseminasi hasil sampling & Testing.

Bertempat di Hotel Swissbel Kota Sorong, Provinsi Papua Barat berlangsung mulai 3 – 5 Juni 2015 merupakan sosialisasi yang pertama kali dilakukan dan menjadi Pilot Project dengan mengundang 5 Provinsi di Indonesia yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Utara, Papua Barat dan Papua, disamping itu turut serta 4 Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Papua, Sulawesi Utara, dan Maluku dan 12 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Tanah Papua, Direktorat Pengawasan Produk Terapetik dan PKRT BPOM, Pusat Pengujian Obat dan Makanan BPOM, Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Farmasi Kemkes, Subdit AIDS & PMS dan Subdit TB dari Kemkes dan beberapa dari Non Goverment Organization (NGO).

Dalam sambutannya Christopher Raymond selaku Chief of Party USP PQM Indonesia mengatakan bahwa kerjasama ini telah dilakukan antara USP dan Badan Pengawas Obat dan Makanan sebelumnya dan berharap kedepannya adanya bertambahnya penguatan sistem pengawasan mutu obat yang beredar dengan adanya peran dari pemangku kepentingan lain seperti Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, selain itu USP juga mendukung peningkatan Quality Control  Laboratorium dalam hal pengujian dan awal dimulai dari Tanah Papua untuk pengujian Obat ATM. Pada pelatihan ini terdiri dari pembicara internasional antara lain Dr. AbdelKrim Smine, Phd (USP), Sanford Bradby, Scientist (USP) dan dari dalam negeri antara lain Dra Togi J. Hutajulu, Apt., MHA (BPOM),  Minda, S.Si., Apt (BINFAR), Drs. S. Murtjana, Apt., dan Dra. Kustantinah, Apt.

Outcome dari pelatihan ini adalah meningkatnya kemampuan petugas terutama melalui penilaian dan pengujian sederhana terhadap produk terapetik yang substandard atau pun ilegal.

Inovasi Badan POM Melayani Anda

Balai POM di Manokwari

 

Sarana